Relawan Dolanan Box dan anak-anak pesantren berdiskusi melalui gambar
Pada Juni 2026, Power of Goodness (PoG) bekerja sama dengan Dolanan Box Semarang dan mahasiswa Magister Psikologi dari Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA Soegijapranata) untuk mensponsori acara Power of Goodness. Program ini dapat terselenggara berkat dukungan Dolanan Box Semarang. Dolanan Box adalah komunitas pemuda lokal yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk menyelenggarakan kegiatan berbagi makanan dan membaca Al-Quran bersama. Komitmen dan semangat kolaboratif mereka mempertemukan beragam komunitas dan sumber daya sehingga acara ini dapat terlaksana. Melalui upaya kolektif dan tujuan bersama, Dolanan Box menciptakan lingkungan belajar yang inklusif untuk membangun koneksi yang bermakna. Terima kasih, Dolanan Box!
75 orang, termasuk santri pondok pesantren, mahasiswa, relawan komunitas, umat Islam, Kristen, Katolik, dan seorang imam Katolik berkumpul di pondok pesantren Nurul Mursyid Semarang.
Belajar Melalui Cerita
Dalam Power of Goodness, pembelajaran terjadi ketika orang-orang berkumpul untuk membaca cerita, terlibat dalam dialog, dan saling mendengarkan. Keberagaman menciptakan peluang untuk memperluas perspektif dan membangun saling pengertian melalui dialog yang hangat, terbuka, dan penuh hormat. Tema sesi Power of Goodness ini adalah Tanggung Jawab. Kami menggunakan cerita "Weeding the Field", yang menampilkan Kunta Hadji, seorang guru agama Islam dan petani yang memenuhi tanggung jawabnya dengan ketekunan dan dedikasi. Cerita disajikan secara interaktif. Dalam kelompok diskusi kecil, para peserta merenungkan nilai-nilai yang mereka temukan. Setiap kelompok memiliki ilustrasi cetak untuk melengkapi narasi guna membantu peserta memahami alur cerita, terhubung dengan para tokoh, dan mengaitkan pesan cerita dengan kehidupan mereka sendiri.
Dalam diskusi tersebut, anak-anak dengan percaya diri membagikan pemikiran mereka, sementara mahasiswa dan relawan komunitas memfasilitasi percakapan dan mendorong refleksi yang lebih mendalam. Alih-alih mencari jawaban yang "benar", setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan wawasan dan pengalaman pribadi.
Salah satu santri dari pesantren itu merenung:
“Saya ingin menjadi seperti Kunta Hadji. Dia bekerja keras dan benar-benar hidup sesuai dengan ajaran agamanya, sama seperti yang sedang saya pelajari di pesantren.
Menciptakan Kekuatan dari Perbedaan
Para peserta datang dengan pengalaman, keyakinan, dan perspektif yang beragam. Namun sepanjang program, semua orang disatukan oleh tujuan bersama: menjadi pribadi yang lebih baik dengan mempelajari nilai-nilai universal seperti tanggung jawab, ketekunan, kasih sayang, dan rasa hormat terhadap orang lain.
Bagi pastor Katolik itu, mengunjungi pesantren Islam dan ikut serta dalam kegiatan semacam itu merupakan pengalaman yang benar-benar baru. Ia berbagi:
“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi pesantren. Saya sangat tersentuh oleh semangat para peserta dan dedikasi para penyelenggara. Sungguh menginspirasi bahwa kita dapat berkumpul, belajar, dan bercakap-cakap secara bermakna dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.”
Mengembangkan Keterampilan dalam Fasilitasi
Mahasiswa pascasarjana psikologi dari UNIKA Soegijapranata belajar cara memfasilitasi diskusi, berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak, mempraktikkan mendengarkan aktif, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Mereka melihat bagaimana fasilitasi membutuhkan empati, kesabaran, dan kemampuan membangun hubungan yang bermakna, disertai dengan pengetahuan teoretis.
Berbagi Makan
Pada akhirnya, semua orang makan bersama. Ini menjadi momen paling berkesan hari itu. Semua orang—mahasiswa, relawan, santri pesantren, dan tokoh agama—duduk bersama, bertukar cerita, tertawa, dan membangun persahabatan baru. Menumbuhkan toleransi dan pemahaman tidak selalu memerlukan program yang rumit. Kadang, makan bersama memperkuat hubungan antarmanusia lebih kuat daripada diskusi formal.
Membawa Harapan ke Rumah
Acara ini menawarkan pengalaman transformatif bagi semua yang terlibat. Para relawan memperdalam pemahaman mereka tentang dialog inklusif, sementara para pemimpin agama menyaksikan secara langsung bagaimana keberagaman dapat menjadi sumber kekuatan ketika orang-orang bersedia mendengarkan satu sama lain dengan keterbukaan dan kerendahan hati. Acara ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi tim Power of Goodness kami.
Kekuatan Kebaikan jauh lebih dari sekadar membaca cerita. Ia menciptakan peluang bagi orang-orang untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama. Kami percaya bahwa perubahan yang bertahan lama dapat dimulai dari perjumpaan kecil yang bermakna. Ketika orang-orang duduk bersama, mendengarkan cerita satu sama lain, berbagi pengalaman mereka, dan merangkul perbedaan dengan rasa hormat, benih perdamaian, persahabatan, dan harapan mulai tumbuh.
Dalam masyarakat yang semakin beragam, kami berharap akan muncul lebih banyak ruang belajar seperti ini, menghubungkan komunitas-komunitas yang beragam dan memungkinkan semangat kebaikan menjangkau lebih banyak orang di tahun-tahun mendatang.
Relawan Dolanan Box yang memimpin diskusi dalam kelompok kecil
Tito dan Calista membaca cerita "Menyiangi Ladang"
