Saya menulis surat kepada Friends Peace Teams untuk meminta bantuan mengidentifikasi kumpulan buku cerita berbahasa Inggris untuk sebuah Perpustakaan Perdamaian. Pada 28 Juni 2020, saya menerima email yang menyatakan bahwa sebuah kelompok yang dikenal sebagai Sparklers, para penulis kurikulum dari Friends General Conference, bersedia membantu. Kami bertemu pada 21 Juli 2020 melalui Zoom.
Ada dua belas orang yang hadir: Sally Farneth (Sparklers), Susan Hopkins (Sparklers), Kartika Handriani (Peace Library Indonesia), Nadine Hoover (Friends Peace Teams), Bungsu Ratih Puspito Rini (Intern untuk Peace Library Indonesia), Maida McKenna (Storrs CT, Literacy for Peace and Justice), Anne Collins (Sparklers), Lindsay Shore-Wright (Sparklers), Beth Collea (Quaker Religious Education Collaborative), Erika Mittag (Sparklers), dan Petrus (Peace Place Indonesia). Mereka bersedia membantu mengumpulkan buku anak-anak berbahasa Inggris pada setiap tingkat Fountas dan Pinnell untuk setiap tema dalam pelatihan Creating Regenerative Cultures of Peace and Justice.
Sungguh suatu kegembiraan! Panduan tentang kumpulan buku cerita anak yang sangat baik dengan tema perdamaian dan keadilan yang memberdayakan anak-anak di setiap tingkat membaca adalah berita yang sangat menggembirakan bagi saya. Kami berharap ini tidak hanya mendukung anak-anak di Indonesia, tetapi kami dapat membagikan daftarnya untuk mendukung anak-anak di seluruh dunia.
Saya semakin yakin bahwa perdamaian itu mungkin, karena sesungguhnya perdamaian sudah ada dalam diri setiap orang. Semua orang itu baik dan mampu, dan kita selalu memiliki kesempatan untuk meminta bantuan dan ber konsultasi. Dengan demikian, kita dapat berkolaborasi dengan siapa pun untuk sesuatu yang baik guna menciptakan budaya damai dan keadilan. Sangat menyenangkan bisa bekerja sama tanpa prasangka, terbuka terhadap kebaikan dan pengetahuan setiap orang.
