Anak-anak tertarik bermain lumpur, bermain peran, dan memasukkan mainan ke dalamnya.

Beasiswa untuk Pendidikan Anak Usia Dini di Joglo, Rumah Damai

Joglo School menyediakan ruang belajar yang menghargai keberagaman dalam pendidikan anak usia dini. Di Joglo, anak-anak pada berbagai tingkat perkembangan tumbuh bersama dalam lingkungan yang penuh kasih dan empati. Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam membentuk komunitas yang saling mendukung.

Keberagaman ini memperkaya pengalaman belajar anak-anak dan memperdalam pemahaman guru serta keluarga tentang pentingnya empati, kasih sayang, dan praktik baik dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan orang dewasa belajar untuk peduli dan saling mengasuh. Anak-anak saling membantu dan memberikan pertolongan. Demikian pula, lingkungan Joglo yang terbuka menarik anak-anak yang merupakan pembelajar kinestetik saat mereka bergerak keluar-masuk area sekolah. Selalu ada sesuatu yang menarik perhatian mereka, seperti kupu-kupu yang beterbangan, kelabang, semut, kucing, kolam ikan, rumah panggung, atau genangan air. Kadang-kadang mereka bahkan bermain di gerbang sekolah. Orang tua yang menunggu mengawasi gerak-gerik mereka dan menjaga mereka tetap aman serta berada di dalam area sekolah. Guru dan orang tua di Joglo terus mempelajari strategi pendukung dan membangun komunikasi agar setiap anak merasa diterima dan aman serta dapat belajar dengan tenang.

Samuel, Steven, dan Aijaz suka bermain air di sudut ruangan.

Tahun ini, hampir 40% anak di Joglo memerlukan dukungan khusus. Untuk memberikan dukungan ini, Joglo berfokus pada penyediaan media pembelajaran yang sesuai, bahan ajar, serta guru yang antusias dan bersemangat. Hal ini membutuhkan biaya lebih, sehingga Joglo mengomunikasikan biaya pendidikan kepada orang tua secara terbuka. Untungnya, semangat gotong royong telah tumbuh di antara para orang tua, di mana mereka yang mampu secara sukarela memberikan dukungan tambahan untuk membantu keluarga lain yang mengalami kesulitan keuangan.

Joglo juga secara aktif berbagi cerita tentang kemajuan dan tantangannya dengan komunitas Friend Peace Teams, sebuah jaringan orang-orang yang berkomitmen untuk mendukung kemajuan anak-anak dan pendidikan perdamaian. Terima kasih semuanya atas dukungannya!

Dari Peace Place di desa Margorejo, kisah Joglo mengalir dan menginspirasi banyak orang untuk ikut serta membangun komunitas yang lebih inklusif dan damai. Sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan dengan empati, kerja sama, dan semangat belajar yang tulus dapat menjadi alat nyata untuk transformasi sosial.

Testimoni Orang Tua

“Saya sangat tersentuh dengan cara Joglo memperlakukan anak saya. Ia memiliki kebutuhan khusus, dan di sini ia tidak hanya diterima, tetapi juga dicintai. Para guru sabar, komunikatif, dan selalu mencari cara agar belajar terasa nyaman bagi anak-anak. Saya tidak merasa sendirian. Terima kasih telah mendukung anak saya.” – orang tua Joglo.

“Kami bukan keluarga yang kaya, tetapi Joglo tidak pernah membuat kami merasa rendah diri. Sebaliknya, kami merasa menjadi bagian dari komunitas yang saling mendukung. Anak saya berkembang dengan baik, dan saya telah belajar banyak tentang empati dari sekolah ini. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keluarga saya.” – Orang tua Joglo.

Azkia suka naik dan turun ke ruang atas selama kegiatan.