1 November 2023, hari ke-2 pelatihan pustakawan: Nadhif memasukkan informasi bibliografi ke laptop, sementara Tika memotong plastik untuk sampul buku. Damar dan Ririn sedang membaca buku
Perpustakaan perdamaian berkomitmen untuk mengembangkan koleksi dan kegiatan perpustakaan guna menyebarkan pesan bahwa perdamaian itu mungkin dan dapat ditemukan pada setiap orang dan di mana pun. Namun, hal itu tidak dapat terjadi tanpa seseorang yang berkomitmen menjadi pustakawan perdamaian.
Masalah ini telah terjadi di Joglo Preschool dalam beberapa tahun terakhir. Nanik (Kepala Sekolah Joglo Preschool) menyelenggarakan kegiatan perpustakaan dan mengurus buku-buku. Namun, ia memiliki waktu dan tenaga yang terbatas untuk melakukan pekerjaan perpustakaan. Dalam pertemuan pustakawan Peace Library, kami sering membahas bahwa Joglo Library harus segera mencari seseorang untuk fokus mengelola perpustakaan. Nanik membagikan ide ini kepada para orang tua dan guru magang, yang tertarik untuk menjadi pustakawan. Nadhif, guru Joglo dan Tika, orang tua dari siswa Joglo, memiliki minat dan komitmen untuk mengembangkan Joglo Library. Merupakan suatu kebahagiaan untuk mendengar bahwa Joglo Peace Library sekarang memiliki pustakawan.
Sebagai awal, saya menawarkan pelatihan manajemen perpustakaan kepada pustakawan selama tiga hari yang terdiri dari: perawatan buku, bibliografi, pelabelan, kesepakatan di perpustakaan, keanggotaan, dan sirkulasi buku. Sangat menyenangkan bisa berbagi pengetahuan dengan orang-orang yang penasaran dan memiliki minat yang sama. Ternyata tiga hari tidak cukup, jadi kami menambahnya menjadi 4 hari karena bukan hanya pelatihan tetapi juga praktik.
Aktivitas kami selama beberapa hari menimbulkan rasa penasaran dari para orang tua yang sedang menunggu anak-anak mereka dan mereka ingin membantu. Para pustakawan mendapat dukungan besar dari orang tua untuk melapisi buku dengan plastik (di Indonesia, kami menghadapi kelembapan. Melapisi buku dengan plastik membantu buku bertahan lebih lama).
Setelah pelatihan, Tika dan Nadhif mengatur waktu dan tenaga mereka untuk terus mengelola perpustakaan. Mereka bersiap membuka perpustakaan untuk umum setiap hari Jumat pukul 9.00–11.00 dan mulai mendaftarkan anggota baru.
