Setelah menyelesaikan studi saya di psikologi klinis selama hampir satu setengah tahun, saya sekarang resmi berlisensi sebagai psikolog klinis. Saya sangat bangga atas pencapaian ini dan sangat berterima kasih kepada keluarga, teman, dan Friends Peace Teams, yang semuanya mendukung studi saya. Selama studi saya di psikologi klinis, saya mempelajari langkah-langkah yang terlibat dalam memulai konsultasi dengan klien, menentukan intervensi yang akan diberikan, dan memilih intervensi yang paling tepat berdasarkan asesmen awal. Saya belajar menganalisis masalah secara lebih kritis melalui asesmen sebelum menentukan intervensi yang akan diberikan.

Pengalaman praktis saya di lingkungan pendidikan (Sekolah Menengah Pertama), layanan kesehatan (Panti Jompo), lingkungan masyarakat (SOS Village), dan lingkungan kerja (Kantor BPR) memperkaya pengalaman lapangan saya dan membentuk cara saya menghadapi tantangan di setiap lingkungan. Saya juga mempelajari berbagai alat asesmen psikologis, termasuk tes yang dirancang untuk mengidentifikasi minat dan bakat anak. Hal ini sangat menarik, karena saya dapat menggunakannya dengan anak-anak di Paud Joglo untuk mengidentifikasi minat dan bakat mereka. Fokus saya saat ini adalah mengembangkan program dukungan untuk anak-anak, khususnya mereka yang berkebutuhan khusus, melalui intervensi psikologis. Intervensi ini melibatkan penanganan kebutuhan spesifik anak, seperti terapi motorik kasar dan halus, serta memberikan dukungan kepada orang tua anak. Selain itu, saya akan berdiskusi mendalam dengan para guru di Joglo untuk memikirkan desain dan pendekatan dalam melakukan terapi dengan anak-anak. Dukungan yang seimbang sangat penting untuk memberikan terapi yang efektif bagi anak-anak ini.

Saya telah mulai memberikan layanan konsultasi kepada para orang tua untuk membantu mereka membuat program dukungan berbasis rumah bagi anak-anak mereka. Saat ini saya memiliki empat klien, beberapa di antaranya berasal dari Pati dan Yogyakarta. Proses ini berjalan dengan baik. Saya dan para orang tua berkomunikasi dan melakukan refleksi setiap tiga minggu mengenai kemajuan dan perkembangan anak mereka. Beberapa orang tua lainnya telah menyatakan minat untuk mengembangkan program dukungan berbasis rumah melalui konsultasi dengan saya.