Tito bacalah kisah Jelly Beans bersama anak-anak di Gunungkidul, Yogyakarta, dalam acara Power of Goodness
Latar belakang Power of Goodness (PoG) memuat kumpulan kisah nyata dari berbagai belahan dunia yang menunjukkan bagaimana orang merespons ancaman atau tindakan yang menyakitkan dengan cara damai dan tanpa kekerasan. Kumpulan kisah ini berada di bawah bimbingan Friends Peace Teams (FPT), yang telah mengembangkan acara-acara menggunakan format dan aktivitas yang berakar pada Alternative to Violence Project (AVP). Hal ini menjadikan Power of Goodness sebagai sarana pembelajaran tentang kekuatan tanpa kekerasan dan rekonsiliasi dalam menghadapi situasi sulit.
Martin Seligman menyatakan, “Hidup yang baik terdiri dari memperoleh kebahagiaan dengan menggunakan kekuatan khas Anda setiap hari di bidang-bidang utama kehidupan.” Pernyataan ini menekankan pentingnya mengenali dan menghidupi kekuatan utama yang dimiliki setiap individu sebagai jalan menuju kebahagiaan. Pendekatan Kekuatan Kebaikan memperdalam gagasan ini melalui undangan untuk memeriksa bagaimana kekuatan kebaikan dalam diri setiap individu dapat berperan. Dengan memanfaatkan potensi kita, setiap orang tidak hanya mampu menjadi kreatif dan berkembang secara pribadi, tetapi juga hidup dengan hati nurani yang mengarah pada penciptaan hidup yang baik. Pada akhirnya, kebahagiaan bukan sekadar tujuan individu, tetapi juga fondasi untuk membangun budaya dan masyarakat yang adil dan damai.
Dalam karya lain, Seligman menyatakan, “Unsur-unsur kesejahteraan meliputi emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Bersama-sama, unsur-unsur tersebut membentuk Model PERMA.” Ini adalah salah satu cara untuk memahami mengapa Kekuatan Kebaikan begitu efektif – ia menyentuh semua unsur PERMA, yang membantu menjalani hidup yang baik.
Tito dan siswa kelas satu di SMP Tambakromo
Emosi Positif: Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering kali lebih mudah mengucapkan kata-kata negatif daripada kata-kata positif. Melalui aktivitas Nama Kata Sifat, kita didorong untuk berlatih mengucapkan kata-kata positif yang sudah kita ketahui, lalu memilih Nama kata sifat yang diawali dengan huruf pertama dari nama kita sendiri. Proses sederhana ini tidak hanya melatih kreativitas dalam memilih kosakata yang bermakna, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menanamkan sifat-sifat positif ini dalam diri kita. Dengan memilih kata-kata yang merepresentasikan diri sendiri, orang termotivasi untuk berusaha berperilaku dan hidup sesuai dengan nilai-nilai positif yang terkandung dalam nama kata sifat mereka. Hal ini pada akhirnya menumbuhkan emosi positif dalam diri, yang merupakan fondasi penting bagi tumbuhnya kebahagiaan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Keterlibatan: Kekuatan Kebaikan adalah aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak-anak kecil maupun orang dewasa. Pada usia berapa pun, Kekuatan Kebaikan memposisikan setiap orang sebagai guru sekaligus murid. Prinsip ini menekankan bahwa proses pembelajaran bukan hanya satu arah dari fasilitator ke peserta, tetapi juga sebaliknya: fasilitator diperkaya oleh pengalaman yang dibagikan para peserta, sementara peserta juga memperoleh pengetahuan dan inspirasi dari fasilitator. Dengan pola interaksi yang saling melengkapi ini, proses pembelajaran tumbuh secara alami, penuh kesetaraan, dan jauh dari kesan hierarki. Hal ini mendorong keterlibatan aktif semua pihak, karena setiap individu merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang partisipatif, inklusif, dan bermakna.
Hubungan: Dalam kegiatan Kekuatan Kebaikan, setiap orang diundang untuk menggali dan memunculkan hal-hal baik dalam diri mereka. Melalui proses ini, para peserta belajar menghargai nilai kesamaan mereka sekaligus merayakan keberagaman mereka, dan diberi ruang untuk berbagi pengalaman, berlatih menjadi pendengar dan pembicara yang baik, serta menemukan nilai-nilai positif dalam diri mereka sendiri dan orang lain. Di sinilah hubungan positif dapat dibangun, menciptakan ikatan yang kuat antarindividu. Proses yang berkelanjutan ini pada akhirnya memainkan peran penting dalam membentuk komunitas yang lebih kuat dan suportif yang mampu menumbuhkan budaya keadilan dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Arti: Kekuatan Kebaikan mendorong setiap individu untuk belajar menemukan dan menghargai kebaikan, bahkan dalam situasi yang sulit. Melalui kisah-kisah yang disajikan, para peserta dilatih untuk melihat, mengenali, dan menghargai hal-hal baik yang terkandung di dalamnya, meskipun kisah-kisah tersebut lahir dari pengalaman yang menantang. Mengetahui kisah-kisah ini menumbuhkan kesadaran bahwa kebaikan selalu hadir dalam berbagai bentuk, sekecil apa pun, dan dapat menjadi sumber kekuatan bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan berfokus pada nilai-nilai positif dalam setiap pengalaman, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan mereka untuk berpikir lebih jernih dan optimis, tetapi juga belajar bagaimana kebaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, pendekatan ini membantu menumbuhkan empati, saling menghormati, dan harapan.
Pencapaian: Power of Goodness meyakini bahwa setiap individu pada hakikatnya setara, memiliki kebaikan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Pandangan ini menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk merendahkan atau meninggikan orang lain, karena setiap orang membawa kekuatan, potensi, dan nilainya sendiri. Dengan sikap ini, hubungan antarindividu dapat dibangun atas dasar saling menghormati, saling percaya, dan kerja sama, sehingga tercipta ruang inklusif bagi semua orang untuk berkembang. Prinsip kesetaraan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada perubahan dan pengembangan diri, seperti pelatihan menjadi pendengar dan pembicara yang baik, di mana peserta belajar mendengarkan dengan penuh perhatian, menenangkan tubuh dan pikiran, serta membayangkan bahwa apa yang dikatakan orang lain adalah benar. Selain itu, peserta juga didorong untuk berbicara berdasarkan pengalaman pribadi mereka, bukan mewakili orang lain. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga menjadi wujud nyata pengembangan diri yang dapat diterapkan baik di dalam komunitas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan aspek-aspek psikologi positif yang dikemukakan oleh Martin Seligman, Alternative to Violence Project dijiwai dengan nilai-nilai positif yang berorientasi pada pengembangan pribadi dan sosial. Melalui berbagai proses, AVP menuntun setiap individu untuk lebih kreatif, berdaya upaya, serta mampu merefleksikan dan belajar dari pengalamannya sendiri, sehingga pertumbuhan pribadi dapat berlangsung secara holistik dan bermakna, sehingga memperkuat fondasi untuk menciptakan budaya yang adil dan damai.
Referensi:
Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. Free Press.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
Tito dan anak-anak klub Inggris selama kegiatan Power of Goodness
