Sahabat terkasih, memulai proses pembelajaran yang mempertimbangkan kekuatan cinta dan hati nurani serta melibatkan anak-anak, guru, orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh memiliki dampak positif bagi perkembangan anak. Mereka tumbuh ceria, mandiri, percaya diri, dan mampu berpikir kritis. Komunitas orang tua berbagi kekuatan untuk saling mendukung. Keluarga berupaya membangun lingkungan saling menghormati dan mempraktikkan nilai-nilai kehidupan. Perjalanannya penuh tantangan tetapi terus berlanjut.
Salah satu prinsip dasar pendidikan di Joglo adalah Bhineka Tunggal Ika (berarti Berbeda tetapi Tetap Satu), adalah semboyan nasional Indonesia yang menjunjung tinggi martabat setiap orang dan menghargai kreativitas setiap budaya, bahasa, dan ekologi lokal. Joglo berupaya konsisten dalam langkah-langkahnya dan mencoba mendefinisikan bagaimana membangun nilai, etika, dan moral untuk mengembangkan kemampuan manusia yang berkarakter. Jalannya masih panjang, tetapi kami terus berusaha.

Ki Hajar Dewantara, seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, guru bangsa dan pelopor pendidikan bagi bumiputra Indonesia menulis bahwa “Pendidikan adalah usaha memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita”. Saya membawa diri saya untuk terus belajar memperbaiki dan mengarahkan diri mencapai hal tersebut melalui pendidikan di Joglo.

Praktik kegiatan tahun-tahun awal dapat memberikan dampak yang baik terhadap perilaku, seperti melunakkan perilaku yang awalnya kasar, acuh tak acuh, dan tidak peduli. Kegiatan dimulai dengan eksplorasi salam dan membangun persahabatan. Kita menjadi ramah dengan manusia dan alam sekitar sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, kita melanjutkan dengan membangun kesepakatan untuk hidup bersama secara damai, mencari dan memunculkan kebaikan, membangun pola merawat diri, mengenali kekuatan batin yang besar untuk melakukan perubahan dan terbuka terhadapnya, serta membangun komunikasi dan kolaborasi. Di akhir tema, diadakan pameran karya anak. Nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan terus diperdalam dan diperluas pada tahun-tahun berikutnya.

Selamat Tahun Baru 2025 dan mewarnai hari-hari dengan harapan, kegembiraan, semangat, dan cinta.